|
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pada saat kita membaca Al-Qur’an kita akan
melihat ayat-ayat makkiyah yang mengandung karakteristik yang tidak ada dalam
ayat-ayat madaniyah, baik irama maupun maknanya, walaupun kedua-keduanya
didasarkan pada hukum-hukum dan perundang-undangannya. Perbedaan antara Makki
dan Madani dapat kita ketahui dari ciri-ciri atau karakterisitik suatu ayat
atau surat dalam Al-Quran sehingga kita dapat mengetahui bahwa ayat atau surat
tersebut termasuk dalam Makki dan Madani.
Klasifikasi atau pembagian Makki dan Madani
yaitu seperti surat-surat Makkiyah dan Madaniyah, selain itu dalam surat
Makkiyah tersebut juga ada beberapa ayat yang termasuk ayat madaniyah begitu
pula sebaliknya dengan berbagai macam pembagian lainnya berserta contohnya
dalam Al-Qur’an. Serta membahas tentang Faedah atau manfaat yang kita peroleh
dalam mengetahui Makki dan Madani.
Oleh karena itu dalam pembahasan ini akan
membahas tentang Makki dan Madani yang meliputi Pengertian Makki dan Madani,
Cara mengetahui Makki dan Madani, Perbedaan Makki dan Madani dari berbagai
aspek, Klasifikasi atau pembagian Makki dan Madani serta membahas tentang
Faedah atau Manfaat mengetahui Makki dan Madani.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Apakah
arti makiyah dan madaniyah?
2.
Apa
perbedaan makiyah dan madaniyah?
3.
Faedah
dari makiyah dan madaniyah?
|
PEMBAHASAN
A. Definisi Makkiyah
dan Madaniyah
Secara bahasa Makki adalah Mekkah dan Madani adalah Madinah. Sedangkan
Pengertian Makki dan Madani secara istilah Surat makkiyyah adalah ayat–ayat yang di
turunkan di Makkah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, terhitung sejak tanggal 17
Ramadhan tahun ke-14 dari kelahiran Nabi (6 Agustus 610 M) sampao tanggal 1
Rabi’ul Awwal tahun ke-54 dari kelahiran Nabi. Sedangkan surat Madaniyyah
adalah ayat-ayat yang di turunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah
selama 9 tahun 9 bulan 9 hari, terhitung sejak Nabi hijrah ke Madinah sampai
tanggal 9 Dzulhijjah tahun 63 dari kelahiran Nabi.
Ada
beberapa definisi tentang Makkiyah dan Madaniyah yang berbeda satu sama lain.
Perbedaan ini disebabkan oleh berbedanya kriteria yang ditetapkan untuk
menetapkan Makkiyah atau Madaniyah sebuah surat atau ayat. Adapun kriteria
tersebut diantaranya :
1.
Berdasarkan tempat
turunnya
Makkiyah adalah
semua surat atau ayat yang dinuzulkan di wilayah Mekkah dan sekitarnya.
Sedangkan Madaniyyah adalah semua surat atau ayat yang dinuzulkan di Madinah. Adapun kelemahan pada rumusan ini karena tidak
semua ayat Al Quran dimasukkan dalam kelompok makkiyah atau madaniyah.
Alasannya ada beberapa ayat Al-Quran yang dinuzulkan jauh di luar Mekkah dan
Madinah.[1]
Ada juga yang
berpendapat bahwa surah makkiyah adalah yang turun di Mekah dan sekitarnya,
seperti Mina, Arafah dan Hudaibiyah. Dan surah Madaniyah ialah yang turun di
Madani dan sekitarnya seperti Uhud, Quba dan Sili’.
2. Berdasarkan waktu turunnya
Makkiyyah ialah ayat yang diturunkan sebelum
Nabi hijrah ke Madinah, sekalipun turunnya di luar Mekkah. sedangkan Madaniyah
ialah yang diturunkan sesudah Nabi hijrah, sekalipun turunnya di Mekkah.[2]
3. Berdasarkan obyek atau sasarannya
Makkiyah ialah ayat yang khittabnya (panggilannya)
ditunjukan kepada penduduk Mekkah, sedang madaniyah ialah yang khittabnya
ditunjukan kepada penduduk Madinah.
Maksud pengertian di atas ialah, para ulama
menyatakan bahwa setiap ayat atau surat yang dimulai dengan redaksi ya
aiyuhan nas (wahai sekalian manusia) dikategorikan makkiyah, karena pada
masa itu penduduk Mekkah pada umumnya masih kufur. ayat atau surat yang dimulai
dengan redaksi ya aiyuhal ladzina amanu (wahai orang-orang yang beriman)
dikategorikan madaniyah, karena penduduk Madinah pada waktu itu telah tumbuh
benih-benih iman di dada mereka.[3]
4. Berdasarkan bahan pembicaraannya
Makkiyah adalah ayat atau surat yang memuat
cerita umat dan para Nabi terdahulu. Sedangkan ayat atau surat Madaniyah berisi
tentang hukum hudud, faraid, dan sebagainya.[4]
Kriteria ini didasarkan pada riwayat Hisyam
dari ayahnya,al-Hakim. “semua surat yang memuat aturan-aturan,ketentuan-ketentuan,
maka ia termasuk surat Madaniyah, dan semua surat yang memuat tentang peristiwa
masa lampau, maka ia termasuk kategori Makkiyah”.[5]
B.
Ciri- Ciri Makiyah dan Madaniyah
1.
Ciri- Ciri Surat Makiyah
Ada enam hal
yang menjadi khusus yang qath’i bagi surat makiyah, yaitu:
a)
Setiap surat yang di dalamnya terdapat ayat sajadah
adalah surat makiyah.[6]
Sebagian para Ulama berpendapat, bahwa jumlah ayat sajadah dalam Al- Quran
ada 16 ayat yang terdapat pada surat- surat tertentu. Diantarnya dalam surat Al-‘araf
206:
ويسبحونه وله
يسجدون
Artinya: Dan mereka bertasbih memujinya dan hannya
kepada Nya lah mereka bersujud.
b)
Setiap surat yang di dalamnya terdapat lafaz kullu
adalah surat makiyah.
c)
Setiap surat yang terdapat di dalamnya terdapat
kalimat seruan ya aiyuhan nas adalah surat makiyah, kecuali surat
al- Hajj.
d)
Setiap surat yang di dalamnya mengandung kisah-
kisah para Nabi dan umat- umat terdahulu adalah surat makiyah, kecuali
surat al- Baqarah.
e)
Setiap surat yang terdapat di dalamnya kisah-
kisah Nabi Adam as dan Iblis adalah makiyah, kecuali surat al-
Baqarah.
f)
Setiap surat yang di mulai dengan huruf hijaiyah adalah surat makiyah kecuali al-
Baqarah dan Ali imran.
Selain enam ciri- ciri surat makiyah juga
memeliki ciri- ciri yang bersifat aglaby (bersifat kebiasaannya). Adapun
ciri- ciri yang bersifat aglaby bagi surat makiyah pada umumnya ialah surat
atau ayatnya pendek, mengajak manusia untuk melakukan perbuatan yang baik-
baik, di dalamnya banyak terdapat lafadz- lafadz sumpah dan mengandung seruan
untuk beriman kepada Allah dan hari akhirat serta menggambarkan tentang keadaan
surga dan neraka.[7]
2.
Ciri- Ciri Surat Madaniyah
a)
Setiap surat yang di dalamnya terdapat ayat-
ayat tentang ijin jihad (berperang) atau berisi tentang masalah hukum
berperang adalah surat madaniyah.[8]
b)
Setiap surat yang menjelaskan tentang hukum
pidana, hukum faraidh (warisan) dan menjelaskan mengenai hukum perdata,
kemasyarakatan dan kenegaraan adalah madaniyah.
c)
Setiap surat yang di dalamnya menjelaskan
mengenai keadaan kaum munafik adalah madaniyah, kecuali surat Al-Ankabut
yang turun di Mekah. Hannya sebelas ayat pertama dari surat Al-Ankabut
yang madaniyah.
d)
Setiap surat yang membantah keparcayaan atau ahlul
kitab (Yahudi dan Nasrani) yang di pandaang keliru, serta mengajak mereka
agar tidak berlebih-lebihan dalam mengamalkan ajaran agamanya adalah madaniyah.
e)
Setiaap surat yang di mulai dengan yaa aiyuhal ladzina, kecuali surat Al-Baqarah 21, dan 168, An-Nisa’
170 dan 175, Al-Hajj 1, dan Al- Hujarat 13.
Dan ciri- ciri
yang bersifat aglaby diantaranya, sebagian
surat- suratnya panjang-panjang dan ayat-ayatnya panjang- panjang. Selain itu,
gaya bahasanya cukup jelas dalam menerangkan masalah-masalah hukum. Serte juga menerangkan secara terperinci tentang dalil-dalil
yang menunjukkan kepada hakikat keagamaan.
C.
Perbedaan Ayat- Ayat Makkiyah dan Madaniyah
Dari segi Uslubnya
(gaya bahasa), pada umumnya bahasa yang digunakan pada surat Makkiyah sangat
kuat dan khitab (pembicaraan) tegas, karena orang yang diajak bicara
adalah mayoritas para pembangkang dan sombong- sombong, tidak ada hal yang
lebih patut bagi mereka kecuali hal yang demikian.
Sedangkan surat
Madaniyah, pada umumnya menggunakan gaya bahasa yang halus (lembut), dan
khitabnya mudah, karena mayoritas orang yang di ajak bicara adalah orang yang
patuh dan tunduk pada perintah Allah. Ayat- ayat makiyah itu pendek-pendek dan
kuat hujjuahnya sedangkan surat madaniyah pada umumnya panjang-panjang
dan dalam meneyampaikan hukum- hukumnya dengan tampa banyak alasan, kerena
kondisi dan keadaan umat pada saat itu sudah kuat imannya.[9]
D.
Faedah Mengetahui Makiyah dan Madaniyah
Sangatlah penting bagi kita umat islam untuk
mengetahui surat- surat dan ayat- ayat makiyah, ada beberapa faedah kita
mempelajarinya, diantaranya adalah: [10]
1.
Sebagai suatu petunjuk dalam melakukan
penafsiran ayat- ayat Al- quran.
2.
Untuk mengetahui strategi Nabi dalam melakukan
dakwah dan mengamalkannya dan mengembangkan dakwah kepada maysaraka.
3.
Mengetahui yang turun terekhir kali sehingga
dapat mengambil keputusan hukum yang tepat dan baik.
4.
Dan juga dengan mengetahui makkiyah dan
madaniyah dapat menambah kepercayaan tentang Al-Qur’an. Bahwa Al-Qur’an sampai
kepada kita dengan selamat dari perubahan dan pergantian, dan masih banyak
faedah-faedah yang lainnya.
|
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Secara bahasa Makki adalah Mekkah dan Madani adalah Madinah. Sedangkan
Pengertian Makki dan Madani secara istilah Surat makkiyyah adalah ayat–ayat yang di
turunkan di Makkah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, terhitung sejak tanggal 17
Ramadhan tahun ke-14 dari kelahiran Nabi (6 Agustus 610 M) sampao tanggal 1
Rabi’ul Awwal tahun ke-54 dari kelahiran Nabi. Sedangkan surat Madaniyyah
adalah ayat-ayat yang di turunkan sesudah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah
selama 9 tahun 9 bulan 9 hari, terhitung sejak Nabi hijrah ke Madinah sampai
tanggal 9 Dzulhijjah tahun 63 dari kelahiran Nabi.
Ayat- ayat makiyah itu pendek-pendek dan kuat hujjuahnya
sedangkan surat madaniyah pada umumnya panjang-panjang dan dalam meneyampaikan
hukum- hukumnya dengan tampa banyak alasan, kerena kondisi dan keadaan umat
pada saat itu sudah kuat imannya. Ada beberapa faedah kita mempelajarinya,
diantaranya adalah:
5.
Sebagai suatu petunjuk dalam melakukan
penafsiran ayat- ayat Al- quran.
6.
Untuk mengetahui strategi Nabi dalam melakukan
dakwah dan mengamalkannya dan mengembangkan dakwah kepada maysaraka.
7.
Mengetahui yang turun terekhir kali sehingga
dapat mengambil keputusan hukum yang tepat dan baik.
8.
Dan juga dengan mengetahui makkiyah dan
madaniyah dapat menambah kepercayaan tentang Al-Qur’an. Bahwa Al-Qur’an sampai
kepada kita dengan selamat dari perubahan dan pergantian, dan masih banyak
faedah-faedah yang lainnya.
[1] Muhammad Abd al Azhi al
Zarqaniy, Manahil al ‘Irfan fii. ‘Ulum Al Quran, jilid ke-1, (Beirut:
Dar al-Fikr), hlm. 193.
[2] Muhammad bin
Muhammad Abu Syuhbah, al-Madhal li Dirasah Al-Qur’an Al-Karim (Kairo :
Dar al-Sunnah), hlm. 199.
[6] M. Shalahuddin Hamid, Study
Ulumul quran, ( Jakarta Selatan: Pt. Intimedia Ciptanuasantara), Hlm. 205.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar