|
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Manusia
memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda berdasarkan nilai hidupnya serta
pandangan hidup terdiri atas cita-cita, kebijakan, dan sikap hidup yang tak
dapat dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya, manusia tidak
dapat melepaskan diri dari cita-cita, kebijakan, dan sikap hidup. Oleh karna
itu pemakalah ingin menjelaskan apa iti pandangan hidup agar kita tidak salah
dalam mengartikanya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan pandangan hidup?
2.
Apakah cita-cita sama dengan pandangan hidup?
|
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Pandangan Hidup
Yang
dimaksud pandangan hidup adalah bagaimana manusia memandang kehidupan atau
bagaimana manusia memiliki konsepsi tentang kehidupan. Akibat dari pandangan
hidup yang berbeda-beda, maka timbulah pandangan hidu yang
dikelompok-kelompokan, disebut aliran atau faham. Sebagai contoh, orang yang
mengutamakan diri sendiri menimbulkan faham individualisme dan orang yang
mengutamakan kepentingan umum atau masyarakat menimbulkan faham sosialisme.[1]
Adapun
penjelasan yang lain tentang pandangan hidup merupakan landasan dasar atau
landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Semua perbuatan tingkah
laku dan aturan serta undang harus merupakan pancaran dari pandangan hidup yang
telah dirumuskan. Pandangan hidup sering disebut filsafat hidup. Filsafat
berarti cinta kebenaran, sedangkan kebenaran daat dicapai oleh siapa saja. Hal
ini mengakibatkan pandangan hidup itu perlu dimiliki oleh semua orang dan semua
golongan.[2]
Pandangan
hidup yang diterima oleh sekelompok orang adalah pendukung suatu organisasi
disebut ideologi. Pandangan hidup dapat menjadi
pegangan, bimbingan, tuntutan seorang ataupun masyarakat dalam menempuh
jalan hidupnya menuju tujuan akhir.[3]
Pandangan
hidup juga tidak terlepas dari masalah nilai dalam kehidupan manusia pada
umumnya. Oleh karna itu, pandangan hidup yang sempurna merupakan wujud pertama
kebudanyaan yang tidak boleh terlepas dari nilai budaya. C. Kluckhon dalam
karyanya variatios in value orientation pada
1961 mengemukakan adanya lima masalah dasar manusia, yaitu: manusia dan hidup,
manusia dan karya, manusia dan waktu, manusia dan alam, manusia dan sesama
manusia. Berdasarkan nilai hidupnya eduard spranger membagi manusia dalam enam
tipe, yaitu: manusia ekonomi, politik, sosial, pengetahuan, seni, dan agamaa.[4]
Pandangan
hidup terdiri atas cita-cita, kebijakan, dan sikap hidup yang tak dapat
dipisahkan dengan kehidupan manusia. Dalam kehidupannya, manusia tidak dapat
melepaskan diri dari cita-cita, kebijakan, dan sikap hidup.[5] Adapun penjelasan
pandangan hidup yang terdiri atas cita-cita, kebijakan, dan sikap hidup,
diantaranya:
1.
Cita-cita
Cita-cita
adalah perasaan hati atau suatu keinginan di dalam hati, sering sekali
diartikan sebagai angan-angan, keinginan, kemauan, niat, dan harapan. Cita-cita
penting bagi manusia, karna danya cita-cita menandakan kedinamikan seseorang.[6]
Sejak bayi
lahir atau dalam kandungan, orang tua telah mencita-citakan agar anaknya kelak
menjadi ini atau itu, sesuai dengan keinginan orang tuanya. Apakah keinginan
orang tua itu kelak terwujud atau tidak, bergantung kepada berkembangan dan
lingkungan. Yang jelas, begitu bayi lahir ayah ibunya menimang-nimang agar
kelak anaknya menjadi dokter, insinyur, jendral, gubernur dan sebagainya.[7]
|
Cita-cita
tidak sama dengan pandangan hidup. Sekalipun demikian, cita-cita erat kaitannya
dengan pandangan dup. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang
dapat mencerminkan citra individu maupun masyarakat, selain itu juga
mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau
masyarakat.[9]
2.
Kebajikan
Kebajikan merupakan
kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakikatnya sama dengan
perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama dan etika. Jadi, kebijakan
adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat,
dan hukum tuhan.[10]
Baik buruk
kebijakan dan ketidak bijakan menimbulkan daya kreativitas bagi manusia. namun
ada pula kebijakan semu, yaitu kejahatan yang menyelubungi kebajikan. Kebajikan
semu itu berbahaya karna pelakunya orang-orang munafik yang bermaksud mencari
keuntungan diri sendiri[11]
3.
Sikap hidup
|
Dalam
menghadapi kehidupan, setiap orang harus menghadapi orang lain atau kelompok
masyarakat dengan sikap etis atau nonetis. Sikap etis disebut juga sikap
positif sedangkan sikap nonetis ddisebut juga negatif. Ada tujuh sikap etis,
yaitu: sikap lincah, sikap tenang, sikap harus, sikap berani, sikap arif, sikap
rendah hati, dan sikap bangga.[13]
Sikap
nonetis yaitu sikap kaku, sikap kasar, sikap takut, sikap angkuh, sikap gugup,
dan sikap rendah diri. Sikap-sikap itu harus dijauhkan dari diri pribadi
masing-masing maupun kemajuan bangsa. Sikap manusia bukanlah suatu konstur yang
berdiri sendiri, tetapi paling tidak mempunyai hubungan yang sangat erat dengan
konstruk-konstruk lain seperti dorongan, motivasi, atau bahkan dengan
nilai-nilai tertentu.[14]
|
|
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Yang
dimaksud pandangan hidup adalah bagaimana manusia memandang kehidupan atau
bagaimana manusia memiliki konsepsi tentang kehidupan. Akibat dari pandangan
hidup yang berbeda-beda, maka timbulah pandangan hidu yang
dikelompok-kelompokan, disebut aliran atau faham.
Cita-cita
tidak sama dengan pandangan hidup. Sekalipun demikian, cita-cita erat kaitannya
dengan pandangan dup. Pandangan hidup merupakan bagian dari hidup manusia yang
dapat mencerminkan citra individu maupun masyarakat, selain itu juga
mencerminkan cita-cita atau aspirasi seseorang dan sekelompok orang atau
masyarakat.
|
Mawardi, IAD-ISD-IBD, Bandung:
CV Pustaka Setia, 2007.
Mustofa, Ahmad, IBD (Ilmu Budaya Dasar), Bandung: CV
pustaka setia, 1999.
Sanuri, Muhammad Ilmu Budaya Dasar, Surakarta: UNS,
1995.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar